Masjid atau mesjid adalah rumah
tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan
mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau.
Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim.
Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan
belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam,
masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga
kemiliteran.
Masjid
pertama
Ketika Nabi Muhammad saw tiba di Madinah, beliau memutuskan untuk membangun
sebuah masjid, yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Nabawi, yang berarti Masjid Nabi.
Masjid Nabawi terletak di pusat Madinah. Masjid Nabawi
dibangun di sebuah lapangan yang luas. Di Masjid Nabawi, juga terdapat mimbar
yang sering dipakai oleh Nabi Muhammad saw[1]. Masjid Nabawi menjadi jantung
kota Madinah saat itu. Masjid ini digunakan untuk kegiatan politik, perencanaan
kota, menentukan strategi militer, dan untuk mengadakan perjanjian. Bahkan, di
area sekitar masjid digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh orang-orang
fakir miskin.
Saat ini, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid al-Aqsa adalah tiga masjid tersuci
di dunia.[3]
Penyebaran
masjid
Masjid kemudian dibangun di daerah
luar Semenanjung Arab, seiring
dengan kaum Muslim yang bermukim di luar Jazirah Arab. Mesir
menjadi daerah pertama yang dikuasai oleh kaum Muslim Arab pada tahun 640. Sejak saat itu, ibu kota Mesir,
Kairo dipenuhi dengan masjid. Maka dari
itu, Kairo dijuluki sebagai kota seribu menara.[4]
Beberapa masjid di Kairo berfungsi sebagai sekolah Islam atau
madrasah bahkan sebagai rumah sakit.[5]
Masjid di Sisilia dan Spanyol tidak menirukan desain arsitektur Visigoth, tetapi menirukan arsitektur
bangsa Moor.[6]
Para ilmuwan kemudian memperkirakan bahwa bentuk bangunan pra-Islam kemudian
diubah menjadi bentuk arsitektur Islam ala Andalus dan Magribi, seperti contoh
lengkung tapal kuda di pintu-pintu masjid.[7]
Menara Masjid Raya Xi'an di Xi'an, Cina
Masjid pertama di Cina berdiri pada
abad ke 8 Masehi di Xi'an. Masjid Raya Xi'an,
yang terakhir kali di rekonstruksi pada abad ke 18 Masehi, mengikuti arsitektur
Cina. Masjid di bagian barat Cina seperti di daerah
Xinjiang, mengikuti arsitektur Arab, dimana di masjid terdapat kubah dan
menara. Sedangkan, di timur Cina, seperti di daerah
Beijing, mengandung arsitektur Cina.[8]
Masjid mulai masuk di daerah India
pada abad ke 16 semasa kerajaan Mugal
berkuasa. Masjid di India mempunyai karakteristik arsitektur masjid yang lain,
seperti kubah yang berbentuk seperti bawang. Kubah jenis ini dapat dilihat di
Masjid Jama, Delhi.
Masjid pertama kali didirikan di Kesultanan
Utsmaniyah pada abad ke 11 Masehi, dimana pada saat itu orang-orang
Turki mulai masuk agama Islam. Beberapa masjid awal di Turki adalah Aya Sofya, dimana pada zaman Bizantium,
bangunan Aya Sofya merupakan sebuah katedral. Kesultanan
Utsmaniyah memiliki karakteristik arsitektur masjid yang unik,
terdiri dari kubah yang besar, menara dan bagian luar gedung yang lapang.
Masjid di Kesultanan Usmaniyah biasanya mengkolaborasikan tiang-tiang yang
tinggi, jalur-jalur kecil di antara shaf-shaf, dan langit-langit yang tinggi,
juga dengan menggabungkan mihrab dalam satu
masjid.[9] Sampai saat ini, Turki
merupakan rumah dari masjid yang berciri khas arsitektur Utsmaniyah.
Secara bertahap, masjid masuk ke
beberapa bagian di Eropa. Perkembangan jumlah masjid secara
pesat mulai terlihat seabad yang lalu, ketika banyak imigran Muslim yang masuk ke Eropa. Kota-kota besar di Eropa,
seperti München, London dan Paris memilki masjid yang
besar dengan kubah dan menara. Masjid ini biasanya terletak di daerah urban
sebagai pusat komunitas dan kegiatan sosial untuk para muslim di daerah
tersebut. Walaupun begitu, seseorang dapat menemukan sebuah masjid di Eropa
apabila di sekitar daerah tersebut ditinggali oleh kaum Muslim dalam jumlah
yang cukup banyak.[10] Masjid pertama kali muncul di Amerika Serikat pada awal abad ke 20.
Masjid yang pertama didirikan di Amerika Serikat adalah di daerah Cedar
Rapids, Iowa yang dibangun pada kurun akhir 1920an.
Bagaimanapun, semakin banyak imigran Muslim yang datang ke Amerika Serikat, terutama dari Asia Selatan, jumlah masjid di Amerika Serikat bertambah secara drastis.
Dimana jumlah masjid pada waktu 1950 sekitar 2% dari jumlah masjid di Amerika Serikat, pada tahun 1980, 50%
jumlah masjid di Amerika Serikat
didirikan.[11]
Perubahan
tempat ibadah menjadi masjid
Menurut sejarawan Muslim, sebuah kota yang ditaklukkan tanpa perlawanan
dari penduduknya, maka pasukan Muslim memperbolehkan
penduduk untuk tetap mempergunakan gereja dan sinagog mereka. Tapi, ada beberapa gereja
dan sinagog yang beralih fungsi menjadi sebuah masjid dengan persetujuan dari
tokoh agama setempat. Misal pada perubahan fungsi Masjid Umayyah, dimana
khalifah Bani Umayyah,
Abdul Malik mengambil gereja Santo Yohannes pada tahun 705 dari Umat Kristiani. Kesultanan
Utsmaniyah juga melakukan alih fungsi terhadap beberapa gereja,
biara dan kapel di Istanbul, termasuk
gereja terbesar Ayasofya yang diubah menjadi masjid,
setelah kejatuhan kota Konstantinopel
pada tahun 1453 oleh Muhammad al-Fatih.
Beberapa masjid lainnya juga didirikan di daerah suci milik Yahudi dan Kristen, seperti di Yerusalem.[1] Penguasa Muslim di India juga
membangun masjid hanya untuk memenuhi tugas mereka di bidang agama.Sebaliknya, masjid juga dialih fungsikan menjadi tempat ibadah yang lain, seperti gereja. Hal ini dilakukan oleh umat Kristiani di Spanyol yang mengubah fungsi masjid di selatan Spanyol menjadi katedral, mengikuti keruntuhan kekuasaan Bani Umayyah di selatan Spanyol.[12] Masjid Agung Kordoba sekarang dialih fungsikan menjadi sebuah gereja. Beberapa masjid di kawasan Semenanjung Iberia, Eropa Selatan dan India juga dialih fungsikan menjadi gereja atau pura setelah kekuasaan Islam tidak berkuasa lagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar